Halaman

    Social Items

Cerita Sex Panas Tubuhku Dipertaruhkan di Meja Judi, Sebut saja Rita, perempuan berumur 32 tahun nyaris putus asa dalam menjalani hidup ini. Suaminya, Aryo, justru menjadikannya sebagai seorang pelacur. Aku tak pernah menyangka jika Mas Aryo tega menjual tubuhku. Ketika pertama kali aku mengenalnya, dia adalah laki-laki yang baik dan selalu menjagaku dari berbagai godaan laki-laki lain. Kami menikah lima tahun yang lalu dan dikarunai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan kami beri nama Rizal. Perkawinan kami mulus-mulus saja sampai Rizal muncul diantara kami. Tentu saja waktuku banyak tersita untuk mendidik Rizal.


Mas Aryo berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi kayu, sedangkan aku hanya tinggal di rumah. Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Aku tetap sabar menjalankan tugasku sebagai ibu rumah tangga sebaik-baiknya. Sebenarnya setiap hari bisa saja Mas Aryo pulang sore hari. Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat. Bahkan sampai larut malam.

Pernah ketika kutanyakan, kemana saja kalau pulang terlambat. Dia hanya menjawab “Aku mencari penghasilan tambahan Rit”, jawabnya singkat.

Mas Aryo makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut berbau alkohol, jalannya agak sempoyongan, rupanya dia mabuk. Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan suamiku mulai gemar minum-minum arak. Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Kadang-kadang ia memberikan uang belanja lebih padaku. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Rizal anak kami.

Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Mas Aryo berusaha menghindari. “Kita jalankan saja peran masing-masing. Aku cari uang dan kamu yang mengurus rumah. Aku tidak pernah menanyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu juga begitu”, katanya. Situs Slot Online Terbaik


Aku baru bisa menerka-nerka apa aktivitasnya ketika suatu malam, dia memintaku untuk menjual gelang yang kupakai. Ia mengaku kalah bermain judi dengan seseorang dan perlu uang untuk menutupi utang atas kekalahannya, jadi itu yang dilakukannya selama ini. Sebagai seorang istri yang berusaha berbakti kepada suami, aku memberikan gelang itu. Toh dia juga yang membelikan gelang itu. Aku memang diajarkan untuk menemani suami dalam suka maupun duka.

Suatu sore saat Mas Aryo belum pulang, seorang temannya yang mengaku bernama Bondan berkunjung ke rumah. Kedatangan Bondan inilah yang memicu perubahan dalam rumah tanggaku. Bondan datang untuk menagih utang-utang suamiku kepadanya. Jumlahnya sekitar sepuluh juta rupiah. Mas Aryo berjanji untuk melunasi utangnya itu. Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja.


Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum, “Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung menemani Mbak.”

Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liar matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku.

“Aryo tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Menurut saya, sayang sekali bunga yang indah hanya dipajang di rumah saja” ucap Bondan.


Aku makin tidak enak hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menahan diri, karena Mas Aryo berutang uang kepadanya. Dalam hati aku berdoa agar Mas Aryo cepat pulang ke rumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya.

Untung saja tak lama kemudian Mas Aryo pulang. Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu. Begitu melihat Bondan, Mas Aryo tampak lemas. Dia tahu pasti Bondan akan menagih hutang-hutangnya itu. Aku meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Aryo kulihat menyerahkan amplop coklat. Mungkin Mas Aryo sudah bisa melunasi hutangnya. Aku tidak dapat mendengar pembicaraannya, namun kulihat Mas Aryo menunduk dan sesekali terlihat berusaha menyabarkan temannya itu.

Setelah Bondan pulang, Mas Aryo memintaku menyiapkan makan malam. Dia menikmati sajian makan malam tanpa banyak bicara, Aku juga menanyakan apa saja yang dibicarakannya dengan Bondan. Aku menyadari Mas Aryo sedang suntuk, jadi lebih baik aku menahan diri. Setelah selesai makan, Mas Aryo langsung mandi dan masuk ke kamar tidur, aku menyusul masuk kamar satu jam kemudian setelah berhasil menidurkan Rizal di kamarnya.


Ketika aku memasuki kamar tidur dan menemaninya di ranjang, Mas Aryo kemudian memelukku dan menciumku. Aku tahu dia akan meminta ‘jatahnya’ malam ini. Malam ini dia lain sekali sentuhannya lembut. Pelan-pelan Mas Aryo mulai melepaskan daster putih yang kukenakan, setelah mencumbuiku sebentar, Mas Aryo mulai membuka bra tipis yang kukenakan dan melepaskan celana dalamku.


Setelah itu Mas Aryo sedikit demi sedikit mulai menikmati jengkal demi jengkal seluruh bagian tubuhku, tidak ada yang terlewati. Kemudian aku membantu Mas Aryo untuk melapaskan seluruh pakaian yang dikenakannya, sampai akhirnya aku bisa melihat penis Mas Aryo yang sudah mulai agak menegang, tetapi belum sempurna tegangnya.

Dengan penuh kasih sayang kuraih batang kenikmatan Mas Aryo, kumain-mainkan sebentar dengan kedua belah tanganku, kemudian aku mulai mengulum batang penis suamiku dengan lembutnya. Terasa di dalam mulutku, batang penis Mas Aryo terutama kepala penisnya, mulai terasa hangat dan mengeras. Aku menyedot batang Mas Aryo dengan semampuku, kulihat Mas Aryo begitu bergairah, sesekali matanya terpejam menahan nikmat yang kuberikan kepadanya.


Mas Aryo kemudian membalas, dengan meremas-remas kedua payudaraku yang cukup menantang, 36B. Aku mulai merasakan denyut-denyut kenikmatan mulai bergerak dari puting payudaraku dan mulai menjalar keseluruh bagian tubuhku lainnya, terutama ke vaginaku. Aku merasakan liang vaginaku mulai terasa basah dan agak gatal, sehingga aku mulai merapatkan kedua belah pahaku dan menggesek-gesekan kedua belah pahaku dengan rapatnya, agar aku dapat mengurangi rasa gatal yang kurasakan di belahan liang vaginaku.


Mas Aryo rupanya tanggap melihat perubahanku, kemudian dengan lidahnya Mas Aryo mulai turun dan mulai mengulum daging kecil clitorisku dengan nafsunya, Aku sangat kewalahan menerima serangannya ini, badanku terasa bergetar menahan nikmat, peluh ditubuhku mulai mengucur dengan deras diiringi erangan-erangan kecil dan napas tertahan ketika kurasakan aku hampir tak mampu menahan kenikmatan yang kurasakan.


Akhirnya seluruh rasa nikmat semakin memuncak, saat penis Mas Aryo, mulai terbenam sedikit demi sedikit ke dalam vaginaku, rasa gatal yang kurasakan sejak tadi berubah menjadi nikmat saat penis Mas Aryo yang telah ereksi sempurna mulai bergerak-gerak maju mundur, seakan-akan menggaruk-garuk gatal yang kurasakan.

Suamiku memang jago dalam permainan ini. Tidak lebih dari lima belas menit aku berteriak kecil saat aku sudah tidak mampu lagi menahan kenikmatan yang kurasakan, tubuhku meregang sekian detik dan akhirnya rubuh di ranjang ketika puncak-puncak kenikamatan kuraih pada saat itu, mataku terpejam sambil menggigit kecil bibirku saat kurasakan vaginaku mengeluarkan denyut-denyut kenikmatannya.


Dan tidak lama kemudian Mas Aryo mencapai puncaknya juga, dia dengan cepatnya menarik penisnya dan beberapa detik kemudian, air maninya tersembur dengan derasnya ke arah tubuh dan wajahku, aku membantunya dengan mengocok penisnya sampai air maninya habis, dan kemudian aku mengulum kembali penisnya sekian lama, sampai akhirnya perlahan-lahan mulai mengurang tegangannya dan mulai lunglai.


“Aku benar-benar puas Rit, kamu memang hebat”, pujinya. Aku masih bergelayut manja di dekapan tubuhnya.

“Rit, kamu memang istriku yang baik, kamu harus bisa mengerti kesulitanku saat ini, dan aku mau kamu membantu aku untuk mengatasinya”, katanya.

“Bukankah selama ini aku sudah begitu Mas”, sahutku. Mas Aryo mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku.

Kemudian ia melanjutkan, “Kamu tahu maksud kedatangan Bondan tadi sore. Dia menagih utang, dan aku hanya sanggup membayar setengah dari keseluruhan utangku. Kemudian setelah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaku untuk melunasi hutang-hutangku dengan sebuah syarat”, ucap Mas Aryo.

“Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran.


“Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Aryo dengan pelan dan tertahan.

Aku bagai disambar petir saat itu, aku tahu arti ‘menemani’ selama semalam. Itu berarti aku harus melayaninya semalam di ranjang seperti yang kulakukan pada Mas Aryo. Mas Aryo mengerti keterkejutanku.


“Aku sudah tidak tahu lagi dengan apalagi aku harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aku tidak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.

Aku hanya terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. Aku masih shock memikirkan aku harus rela memberikan seluruh tubuhku kepada lelaki yang belum kukenal selama ini. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Aryo.


“Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Seketika itu juga aku membenci suamiku. Aku enggan mengikuti keinginan suamiku ini, namun aku juga harus memikirkan keselatan keluarga, terutama keselamatan suamiku. Mungkin setelah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku.

Sore hari setelah pulang kerja, Mas Aryo menyuruhku berhias diri dan setelah itu kami berangkat menuju tempat yang dijanjikan sebelumnya, rupanya Mas Aryo mengantarku ke sebuah hotel berbintang. Ketika itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 20.00 malam. Selama hidup baru pertama kali ini, aku pergi untuk menginap di hotel.


Ketika pintu kamar di ketuk oleh Mas Aryo, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, dan kulihat Bondan menyambut kami dengan hangatnya, Suamiku tidak berlama-lama, kemudian ia menyerahkan diriku kepada Bondan, dan kemudian berpamitan.

Dengan lembut Bondan menarik tanganku memasuki ruangan kamarnya. Aku tertunduk malu dan wajahku terasa memerah saat aku merasakan tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan suamiku. Ternyata Bondan tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh tubuhku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.


Bondan menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. Kusahut aku ingin minum coca-cola, tetapi jawabnya minuman itu tidak ada sekarang ini di kamarnya, kemudian dia mengeluarkan sebotol sampagne dari kulkas dan menuangkannya sedikit sekitar setengah sloki, kemudian disuguhkannya kepadaku, “Ini bisa menghilangkan sedikit rasa gugup yang kamu rasakan sekarang ini, dan bisa juga membuat tubuhmu sedikit hangat. Kulihat dari tadi kelihatannya kamu agak kedinginan”, ucapnya lagi sambil menyodorkan minuman tersebut.


Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh dan pikiranku agak tenang, rasa gorgi sudah mulai menghilang, dan aku juga merasakan ada aliran hangat yang mengaliri seluruh syaraf-syaraf tubuhku.

Bondan kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan. Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan agak pening di kepalaku, tubuhkupun limbung. Kemudian Bondan merebahkan tubuhku ke ranjang. Beberapa menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pening di kepalaku. Situs Slot Online Terpercaya


Tetapi aku mulai merasakan ada perasaan lain yang mengalir pada diriku, ada perasaan denyut-denyut kecil di seluruh tubuhku, semakin lama denyut-denyut tersebut mulai terasa menguat, terutama di bagian-bagian sensitifku. Aku merasakan tubuhku mulai terangsang, meskipun Bondan belum menjamah tubuhku.

Ketika aku mulai tak kuasa lagi menahan rangsangan di tubuhku, napasku mulai memburu terengah-engah, payudaraku seakan-akan mengeras dan benar-benar peka, vaginaku mulai terasa basah dan gatal yang menyengat, perlahan-lahan aku mulai menggesek-gesekkan kedua belah pahaku untuk mengurangi rasa gatal dan merangsang di dalam vaginaku. Tubuhku mulai menggeliat-geliat tak tahan merasakan rangsangan seluruh tubuhku.


Bondan rupanya menikmati tontonan ini, dia memandangi kecantikan wajahku yang kini sedang terengah-engah bertarung melawan rangsangan, nafsunya mulai memanas, tangannya mulai meraba tubuhku tanpa bisa kuhalangi lagi. Remasan-remasan tangannya di payudaraku membuatku tidak tahan lagi, sampai tak sadar aku melorotkan sendiri pakaian yang kukenakan. Saat pakaian yang kukenakan lepas, Mata Bondan tak lepas memandangi belahan payudaraku yang putih montok dan yang menyembul dan seakan ingin loncat keluar dari bra yang kukenakan.


Tak tahan melihat pemandangan indah ini, Bondan kemudian menggumuliku dengan panasnya sembari tangannya mengarah ke belakang punggungku, tidak lebih dari 3 detik, kancing bra-ku telah lepas, kini payudaraku yang kencang dan padat telah membentang dengan indahnya, Bondan tak mau berlama-lama memandangiku, dengan buasnya lagi ia mencumbuiku, menggumuliku, dan tangannya semakin cepat meremas-remas payudaraku, cairan vaginaku mulai membasahi celana putihku.

Melihat ini, tangan bondan yang sebelahnya lagi mulai bermain-main di celanaku tepat di cairan yang membasahi celanaku, aku merasakan nikmat yang benar-benar luar biasa. Napasku benar-benar memburu, mataku terpejam nikmat saat tangan Bondan mulai memasuki celana dalamku dan memainkan daging kecil yang tersembunyi di kedua belahan rapatnya vaginaku.


Bondan memainkan vaginaku dengan ahlinya, membuatku terpaksa merapatkan kedua belah pahaku untuk agak menetralisir serangan-serangannya, jari-jarinya yang nakal mulai menerobos masuk ke liang tubuhku dan mulai memutar-mutar jarinya di dalam vaginaku. Tak puas karena celana dalamku agak mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia melepaskan celana dalamku. Aku kini benar-benar bugil tanpa tersisa pakaian di tubuhku.


Bondan tertegun sejenak memandangi pesona tubuhku, yang masih bergeliat-geliat melawan rangsangan yang mungkin diakibatkan obat perangsang yang disuguhkan di dalam minumanku. Dengan cepatnya selagi aku masih merangsang sendiri payudaraku, Bondan melepaskan dengan cepat seluruh pakaian yang dikenakan sampai akhirnya bugil pula. Aku semakin bernafsu melihat batang penis Bondan telah berdiri tegak dengan kerasnya, Besar dan panjang.

Dengan cepat Bondan kembali menggumuliku dengan benar-benar sama-sama dalam puncak terangsang, aku merasakan payudaraku diserang dengan remasan-remasan panas, dan.., ahh.., akupun merasakan batang penis Bondan dengan cepatnya menyeruak menembus liang vaginaku dan menyentuh titik-titik kenikmatan yang ada di dalam liang vaginaku, aku menjerit-jerit tertahan dan membalas serangan penisnya dengan menjepitkan kedua belah kakiku ke arah punggungnya sehingga penisnya bisa menerobos secara maksimal ke dalam vaginaku.


Kami bercumbu dengan panasnya, bergumul, setiap kali penis Bondan mulai bergerak masuk menerobos masuk ataupun saat menarik ke arah luar, aku menjepitkan otot-otot vaginaku seperti hendak menahan pipis, saat itu aku merasakan nikmat yang kurasakan berlipat-lipat kali nikmatnya, begitu juga dengan Bondan, dia mulai keteteran menahan kenikmatan tak bisa dihindarinya. Sampai pada satu titik saya sudah terlihat akan orgasme, Bondan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan hentakan2 penisnya yang dipercerpat.. akhirnya kekuatan pertahananku ambrol.. saya orgasme berulang-ulang dalam waktu 10 detik.. Bondan rupanya juga sudah tidak mampu menahan lagi serangannya dia hanya diam sejenak untuk merasakan kenikmatan dipuncak-puncak orgasmenya dan beberapa detik kemudian mencabut batang penisnya dan tersemburlan muncratan-muncratan spermanya dengan banyaknya membanjiri wajah dan sebagian berlelehan di belahan payudaraku. Kamipun akhirnya tidur kelelahan setelah bergumul dalam panasnya birahi.


Keesokan paginya, Bondan mengantarku pulang ke rumah. Kulihat suamiku menerimaku dengan muka tertuduk dan berbicara sebentar sementara aku masuk ke kamar anakku untuk melihatnya setelah seharian tidak kuurus.

Setelah kejadian itu, aku dan suamiku sempat tidak berbicara satu sama-lain, sampai akhirnya aku luluh juga saat suamiku minta maaf atas kelakuannya yang menyebabkan masalah ini sampai terjadi, tetapi hal itu tidak berlangsung lama, suamiku kembali terjebak dalam permainan judi. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Jika menang suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami. Tetapi jika kalah aku harus rela melayani teman-teman suamiku yang menang judi. Sampai saat ini kejadian ini tetap masih berulang. Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir.

Cerita Sex Panas Tubuhku Dipertaruhkan di Meja Judi

Cerita Sex Panas Senangnya Punya Pembantu Penurut, Maukan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ? Sekarang? Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu? Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya. Maaf Pak, tadi baru mandi Kata Tini tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buruburu. Engga apaapa.


Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya.

Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap Tin? Ya pak? Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku bergantiganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basabasi dan serius?, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.


Depannya Pak? Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Kenapa Tin ? Aku mulai iseng bertanya.


Ah engga katanya sedikit gugup.?Cepet bangunnya hi ..hi..hi..? katanya sambil ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi ? Jangan berharap dulu, mengingat kesetiaan? nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan.


Jadi aku tak sempat mendaki?, cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, Pak? Mau coba sipnya ? kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya sedikit berubah. Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga ada yang tahu aja ? Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku. Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu. Aduuuhhh. Aku mampu bertahan engga nih. Apakah aku akan melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, Tini menghindar dengan sopan. Game Slot Online Indonesia


Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkalikali. Lama2 Tini membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremasremas pantat itu, Tini tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya. Tapi itu tak lama, Tini mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat.


Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya. Yang penting : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam BHnya, Ah putting dadanya sudah mengeras ! Tini menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok nakal sih Katanya, dan .. tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.


Aku sudah sangat paham akan sinyal ini. Berarti aku akan mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 lalu kuangkat sambil aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sehingga BH itu tampak seluruhnya. Buah dada sintal itu terlihat naik turun sesuai irama nafasnya yang mulai memburu. Kucium belahan dadanya, lalu bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada wanita muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali Bhnya sehingga putting tegang itu terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.Aaahhffffhhhhh. Paaaaak? rintihnya. Tak ada penolakan.


Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tini ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik CDnya Jangan Pak.


Kata Tini terengah sambil mencegah melorotnya CD. Wah engga bisa dong aku udah sampai pada point noreturn, harus berlanjut sampai hubungan kelamin. Engga apaapa Tin ya. Bapak pengin. Badan kamu bagus bener ? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang. Aku melanjutkan menarik CDnya hingga lepas sama sekali. Tini tak mencegah lagi. Benar, Tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi.


Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 Pak. Sakit.!? Bapak pelan2 nih ? Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya. Bapak sabar ya. Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar Pak? Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar Bapak engga bilang ke Ibukan ? engga dong gila apa? Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya.


Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan. Aaghhhhfff? serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi Sakit lagi Tin Tini hanya menggelengkan kepalanya. Terusin Pak perlahan? sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. AH bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.


Tini memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan Tini, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina Tini yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah Tini sudah tak karuan.


Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya. Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan Ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.


Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 Tini menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuatkuat sambil menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana.

Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tini telah mencapai orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa Tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tini menangis ! Kenapa Tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. saya berdosa ama Ibu? katanya kemudian Engga apaapa Tin.. Kan Bapak yang mau? Iya .. Bapak yang mulai sih.


Kenapa Pak ? Jadinya saya engga bisa menahan Aku diam saja. Saya khawatir Pak Sama Ibu ? Bapak engga akan bilang ke siapapun? Juga khawatir kalo kalo ? Kalo apa Tin ? Kalo saya ketagihan Oh jangan khawatir, Pasti Bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya itu masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah harus hati2 dong? kataku sambil mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tini juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat.


Aku merasakan hampir sampai di puncak. Tin Ya Pak Bapak. hampir. sampai ? Teruus Pak? Kalo.. keluar .gimana ? Keluarin..aja Pak Engga. apaapa? Engga.. usah dicabut? Jangan.. pak . aman.. kok? Aku mempercepat genjotanku. Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa.


Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina Tini memanggurih?, dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin Ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama Pak. Saya juga merasakan nikmat? Masa ..? Iya Pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan Bapak? Ah kamu ? Baner Pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga Pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga Pak. Seperti yang saya bilang punya Bapak bagus banget? Katamu tadi.


Udah berapa lama kamu engga begini ..? Sejak.ehm.. udah 4 bulan Pak? Lho. Katanya kamu udah cerai 5 bulan? Benar ? Trus ? Waktu itu saya kepepet Pak? Sama siapa? Sama tamu. Tapi baru sekali itu Pak. Makanya saya hanya sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus? Cerita dong semuanya? Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok sampai keluar, masih aja dia mengganggu. Saya sampai tinggalin dia. Trus akhirnya dia ninggalin duit, lumayan banyak, sambil bilang saya ditunggu di Halte dekat sini, hari Sabtu jam 10.00. Game Slot Online


Dia mau ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang lain ? Engga pernah Pak. Habis itu trus saya langsung berhenti? Kapan kamu terakhirmain ? Ya itu sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini. Selama itu saya engga pernah?main?, sampai barusan tadi sama Bapak .


Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain yaPak atau emang punya Bapak siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, lengketlengket sempit, dan seret.Kamu engga takut hamil sama tamu itu ? Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral alat KB). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang.


Bapak takut saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil. Jam berapa Pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya Pak. Saya mau ke belakang dulu? Udah disitu aja? kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya Tini beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian Tini muncul lagi.


Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut BHnya. Melihat caranya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi. Begitu Tini memungut CDnya, tangannya kupegang, kuremas. Bapak pengin lagi, Tin? Ah nanti Ibu keburu dateng , Pak? Masih ada waktu kok? Ah Bapak nih gede juga nafsunya? katanya, tapi tak menolak ketika BH nya kulepas lagi.


Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik Tini, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma Tini sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tini selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku.


Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun kurang nyaman. Bahkan dia mulaiberani? memanggilku untuk menyetubuhinya. Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa Uci udah berangkat sekolah dan Ade pergi less bahasa Inggris, itu artinya dia sendirian di rumah, artinya dia juga pengin disetubuhi. Terbukti, ketika aku langsung pulang, Tini menyambutku di pintu hanya berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung membuang handuknya dan menelanjangiku ! Langsung saja kita main di sofa ruang tamu.

Cerita Sex Panas Senangnya Punya Pembantu Penurut

Cerita Sex Panas Enaknya Jadi Dokter Kandungan, Namaku Steven, seorang spesialis kandungan dokter di rumah sakit negeri di kota Semarang. Umurku 36 tahun tapi aku belum nikah, jangan salah bukan karena aku tidak ganteng tapi pacarku sedang menyesaikan S3 nya di amrik, makanya nungguin dia selesai dulu. Tinggiku 178 cm karena hobiku juga main basket, kulit putih , dan wajah yang bikin cewek pada ngiler. Dengan punya pacar bukan berarti aku ngga “ngobyek” dengan yang lain. Terus terang aku punya beberapa affair dengan dokter wanita di sini atau anak kedokteran yang masih ko ass. Tentu yang aku pilih bukan sembarangan, harus lebih mudan dan cantik.


Sebenernya sudah banyak yang mencoba menarik hatiku tapi sejauh ini aku belum mau serius dan kalau bisa aku manfaatin selama jauh dengan pacarku. Sudah banyak yang aku perdaya tapi…ada satu orang yang membuatku sangat penasaran. Namanya Debby, umurnya sekitar 23 tahun, dia anak ko as dari perguruan tinggi negeri dari kota yang sama. Kebetulan aku jadi residennya.


Wajahnya cantik dan tatapannya teduh, dia juga berjilbab lebar berbeda dengan anak lainnya, walaupun affairan aku pun sebenernya ada juga yang berjilbab, tapi tidak seperti dia. Tinggi semampai sekitar 165 cm, dengan tubuh yang padat tidak kurus dan tidak gemuk, sesuai seleraku. Jilbabnya pun tidak mampu menutupi lekukan dadanya, aku taksir kalau tidak 36B mungkin 36C. Tutur katanya yang lembut dan halus benar-benar membuatku mabuk. Apalagi dia sangat menjaga pergaulan. Sesekali aku coba berusaha bicara dengannya tapi dia elalu menundukkan wajahnya setiap bicara denganku. Dia pun tidak menyambut tangaku ketika aku ajak untuk bersalaman. Kulit putihnya sangat halus ketika aku coba perhatika di pipi dan ujung tangannya, tahi lalat di atas bibir semakin menambah kesan manis darinya.


Debby…kita makan bareng yuk, aku yang traktir. ujarku berusaha membujuk untuk bisa pergi bareng. Terima kasih Dok…saya dengan teman-teman saja. Ujarnya halus. Jangan panggil Dok…panggil saja kak. “baik Dok…eh…kak”. “tapi terima kasih tawarannya aku bareng teman saja…”, “kalau begitu sekalian ajak saja teman kamu” setengah berharap dia mau menerima. “terima kasih Dok..eh kak, nanti merepotkan, teman-temanku makannya banyak lho” sahut dia sambil tetap menundukkan kepalanya. Kadang gurauan ringan itu yang tidak pernah aku dapatkan dari pacarku atau teman affair-ku. aku tersenyum kecil mendengar alasannya yang sangat lucu…humoris juga dia, “baiklah…mungkin lain kali” kataku


“oh ya, jika ada apa-apa masalah administrasi di sini atau masalah kerjaan jangan sungkan bicara aja ya, nanti aku bantu” aku masih berusaha mencari celah.


“Terima kasi pak ehh..kak…saya pamit” sambil berlalu


AKu perhatikan dari belakang, roknya yang juga lebar tidak bisa menutupi lekukan pantatnya yang bergoyang mengikuti langkah kakinya..perfect…aku menggeleng.


Dia berbeda sekali dengan nita…anak ko as 2 tahun lalu yang pernah aku perawani juga. Sama-sama berjilbab walau tak selebar dia. Nita pun awalnya agak jual mahal…walau aku tau dari cara memandangnya dia suka aku. Dengan beberapa rayuan akhirnya aku bisa memerawani dia di sebuah hotel. Tidak dengan paksaan dan sangat mudah. Affair kita berlalu dengan selesainya masa koas dia, juga karena dia tahu aku punya affair juga dengan temannya. Dia berbeda sekali, sulit sekali menaklukannya. Setiap aku melihat dia selalu aku lihat setiap geriknya, senyumnya, tawanya, selalu terbayang. Saat aku sedang melamun tiba-tiba dari arah belakangku ada yang memeluk dan terus menarikku.


“Ngelamun nih…” dengan suara yang diparaukan


“Mhh…Rasya…kamu nih ganggu saja” sambil melepaskan pelukan dia.


“kamu sekarang jarang ke ruangku lagi” rengeknya


Rasya ini sesama dokter di sini, umurnya sekitar 27 tahun dan sudah bersuami. Sayangnya suaminya bekerja di lepas pantai sehingga jarang bertemu dan memberikan nafkah bathin padanya. Memang aku sering ke ruangnya dulu…sekedar bercumbu dengan bumbu oral yang bisa membuat dia melayang. Tapi kami tidak pernah sampai melakukan jauh karena dia pun tidak mau, ya akupun tidak memaksa. Tidak semua affairku selalu aku tiduri…yang penting ada penawaran rindu dan bisa memuaskanku walau tidak sampai melakukan senggama.


“Aku sibuk Rasy…banyak yang melahirkan juga jadi residen” ujarku sambil memegang pinggangnya


“tidak ada waktu untuk aku?…sebentar saja…” lalu dia memagut bibirku dan selanjutnya kamupun bercumbu. Satu persatu aku buka kancing blousenya aku temukan dua gunung kembar yang jarang dijamah pemiliknya. Aku cumbu dan ciumi dengan lembut. Tapi…sepintas aku ingat Debby lagi dan akupun menghentikan aktifitasku. “Kok berhenti…” Rasya pasti sedang mulai terangsang. “Maaf  Rasy…aku ga konsen banyak pekerjaan…”.


“Ya sudah…” ujarnay tersungut sambil mengancing kembali blousnya terus berlalu.


Sore itu aku sedang membantu persalinan, sengaja aku panggil Debby untuk mendampingiku. Wajahnya senang sekali karena jarang mendapat kesempatan untuk mendampingi dokter saat persalinan seperti ini. Tidak mungkin kan semua masuk, ya aku beralasan yang lain tunggu giliran. DIa berusaha menjadi asistenku dengan baik, saat memebrikan gunting aku sengaja pura-pura tidak tahu menyentuh tangannya…tapi langsung dia tarik. Gagal lagi upayaku…tapi aku sudha senang dengan melihat wajahnya dari dekat selama persalinan itu. Sekeluar dari ruang bersalin “Terima kasih ya kak…jarang ada kesempatan begitu…”. “Kamu mau aku bikin begitu…” sambilku melirik seorang ibu hamil yang kebetulan lewat. “yee…ga lah, makanya cepet cari istri sana…” sambil tersenyum dan berlalu. Aku kaget…kok dia tau ya…


Sore itu langin mendung dan gelap sekali. Hujan mulai turun rintik-rintik, aku memacu FORTUNER ku ke luar ruang parkir. Aku melihat Debby berlari keluar sambil menutupi kepalanya dengan tas agar tidak terkena hujan. “kesempatan”…tin..tin..aku klakson dia. “Mau pulang? bareng aja yuk…kayaknya mau hujan besar nih” selalu saja aku cari kesempatan. “Terima kasih kak…aku naik angkot saja…sudah biasa kok” katanya. hujanpun makin deras. Game Slot Online Indonesia


“bener lho…ga apa-apa kok aku antar kamu sampe kos”


“Terima kasih kak, ga enak kalau dilihat orang bisa jadi fitnah” mhh…gilaa…ini semakin membuatku jatuh cinta sama dia, aku janji dalam hati, kalau saja aku bisa dapatkan dia aku akan putuskan semua affairku, aku benar-benar jatuh cinta pada dia. Tidak berapa lama hujan semakin deras, bahkan aku sulit melihat jalan saking derasnya hujan. Sampai aku tertidur jam 10 malam ini hujan masih juga belum berhenti.


Keesokan harinya, aku harus membantu persalinan lagi dan aku mencari Debby.


“Debby tidak masuk hari ini dok” sahut Rinda teman sekampusnya sambil membedong bayi di ruang bayi


“Dia sakit? aku mau minta tolong bantu persalinan lagi” kataku


“Tidak tau dok…saya tidak dapat kabarnya” sahutnya sambil melihatku dengan sopan.


AKu lihat Rinda manis juga, berjilbab lebar sama dengan Debby, walau tidak secantik Debby, Rinda bisa juga dikatakan high quality. Tingginya paling hanya 155 atau 160 cm, tapi tubuhnya proporsional. Dadanya tidak sampai terlihat betul lekukannya seperti Debby, kulitnya kuning bersih, kacamata yang dia kenakan semakin membuatntya lebih terlihat anggun. Aku pandangi seluruh tubuhnya, berbeda juga dengan Debby, dia tidak sungkan untuk berbicara langsung dan melihatku, walaupun dia juga sama-sama menjaga pergaulan.


“Ya sudah kamu saja ya…bantu saya persalinan…”


dia tersenyum senang “Terima kasih dok…”


Keesokan harinya aku masih belum menemukan Debby. akhirnya aku di bantu Rinda lagi “Kamu tau nomor telepon atau kos Debby Rin..”


“Tidak dok…kita beda kos…kenapa gitu?”


“mhh..atau dokter…hihihi…suka sama dia ya” sahutnya sambil tersenyum


“tidak…cuma dia itu cekatan dan pintar…makanya saya suka sekali kalau diasisteni dia…lagian juga dia ngga akan mau sama aku ini”


“Iya dok…banyak yang sudha mau khitbah dia..tapi dia tidak mau…dia mau selesaikan dulu kuliahnya…dia itu baik dan cantik lagi” sambil mengikuti langkahku di ruang persalinan


“Kamu juga cantik…” aku mulai mengeluarkan racunku, kalau ga dapet yang poin 9 ya minimal 7 atau 8 juga tidak apa-apa. Yang penting aku pengen sekali bisa memerawani wanita berjilbab lebar ini. Karena setauku mereka selalu menjaga diri dan pergaulannya. Tantangan tersendiri untuk aku.


Rinda tidak menjawab, hanya tersenyum sambil menunduk.


Hari keempat baru kulihat Debby datang, namun tak seperti biasanya. Biasanya Debby selalu ceria, kali ini tidak. Wajahnya murung dan tatapannya kosong. Kulihat teman-temannya berusaha bertanya dan berkumpul di sekitarnya. Entah apa yang mereka bicarakan terkadang Debby tersenyum walau getir.


Saat istirahat ku coba dekati. “Kamu sakit Deb?”


“Nggak kak” lemah sekali bicaranya


“Kenapa kamu murung, ada masalah?”


“ah nggak kok” Debby mencoba tersenyum walau aku lihat tidak bisa menutupi kemurungannya. “Ngga ada masalah cuma agak kurang sehat aja, maaf saya mau makan dulu kak” sambil berlalu meninggalkanku.


“Ya sudah kalau kamu ngga apa-apa, kalau kamu butuh bantuan jangan ragu minta tolong ke aku ya”


“iya kak, terima kasih”


Esokan hari-nya hari jum’at, aku berencana pulang agak cepat. Maksudku, aku mau tidur dulu sebelum agak malam nanti aku bangun dan pergi clubbing di club terkenal di kota ini. Ketika aku sedang membereskan buku dan berkas yang aku masukkan ke tas, tiba-tiba pintu kantorku di ketuk, “Silahkan masuk”.


“Maaf, apa saya mengganggu kakak…” aku lihat sesosok wanita dengan kemeja pink berbalut blazer putik khas dokter, jilbab pink dan rok putih. Cantik sekali dia terlihat. Wajahnya sambil agak menunduk walau dia coba beranikan diri melihat wajahku.


“Ada apa Deb, tidak menggnggu kok, saya sedang membereskan berkas” ujarku santai. “Ada yang bisa saya bantu?”


“Kakak besok ada acara?”


AKu tersentak, tumben sekali dia bicara ini. “Tidak…tidak…ada apa? besok aku bebas kok” Aku melupakan janjiku untuk bertemu Dian, passienku yang pernah aku tolong persalinannya. Dia hamil oleh pacarnya, tapi kemudian pacarnya pergi tidak bertanggung jawab. Karena aku yang menolongnya hubungan kamipun dekat, dan tidak perlu dijelaskan detail apa yang kami lakukan, karena bukan inti dari cerita ini, yang pasti kami lakukan dengan aman.


“Saya mau minta tolong, besok aku mau pindah kos, apa kakak bisa bantu bawakan barang”


“Oh…tentu, jam berapa?”


“AKu tunggu di kos ku ya kak, jam 9, sini alamatnya saya tuliskan dulu” Debbypun menuliskan alamat pada secarik kertas di atas mejaku, aku terus memandanginya tanpa berkedip. perfect girl.


“Terima kasih kak, maaf sekali saya sudah merepotkan” sambi memberikan kertas kepadaku, sedikit nakal aku pura-pura tidak sengaja menyentuh tangannya. lembut sekali dan…tak seperti biasanya dia menarik tangannya, kali ini dia membiarkan tanganku menyentuh tangannya.


Debby pun berlalu sambil meninggalkan gerak pinggul yang sangat menarik, “aku harus memilikinya”. Aku segara batalkan semua agenda dan janjiku, aku segera tidur dan tidak sabar menunggu datangnya esok. Saat pertama kali berdua dengan dia.


Esokan harinya aku datang tepat waktu di alamat yang sudah diberikannya. Sebuah rumah kos yang cukup besar walau agak tua, bangunan inti pemilik rumah ada di depan, sedangkan bagian depannya gedung baru berlantai 2 dengan pola bangunan khas tempat kos. Aku lihat beberapa orang berkumpul dihalaman depan juga Debby dengan mengenakan jilbab putih, kemej biru dan rok panjang biru donker.


“Kenapa pindah nduk…padahal ibu seneng kamu di sini, kamu suka bantuin ibu” kata seorang wanita berumur lebih dari separuh baya.


“iya bu…aku mau cari suasana lain aja, supaya aku bisa tenang bikin laporan”


“Kalau kak Debby ngga ada, kalau diantara kita ada yang sakit siapa yang bantuin” seorang wanita muda yang aku tebak masih maha siswa juga menimpali.


Debby tersenyum sambil mengacak-acak rambut teman kosnya itu “kamu boleh kok main ke sana”. “Bu, kenalkan ini dokter Budi, yang bantuin saya pindahan” sambil mengenalkan aku, tanpa sedikitpun mengenalkan aku pada seorang pria tua yang ada di sebelah ibu kosnya itu. Sama sekali wajahnya tidak bersahabat.


“Oala aku kira bojo mu nduk…gantenge…” ku tersenyum dalam hati mendengarkan ucapan ibu kosnya itu


“ah ibu bisa aja…” Debby tersipu. Aku berharap itu menjadi nyata, dan tidak hanya menjadi pacarnya tapi aku bisa mengambil semuanya dari dia.


Semua temannya berusaha membantu memasukkan kardus ke dalam fortunerku, tidak lama hanya 1 jam semua barang sudah dimasukkan.


Kami pun segera pamit, pertama kali dia duduk bersebelahan denganku. AKu menancap gas stelah sebelumnya melambaikan tangan dulu pada ibu kos itu dan teman-temannya, wajah pria tua yang aku kira adalah suami dari ibu kos itu masih tetap tidak bersahabat. Mataku coba melirik nakal padanya, tatapannya kosong melihat pemandangan di sekitar jendela. Lekukan dadanya begitu nampak dan close up di hadapanku, napasnya naik turun semakin membusungkan dadanya yang tertutup jilbab putihnya. Rok biru donkernya berbahan lembut, sehingga gampang jatuh, aku lihat bagian tengah rok antara kedua pahanya jatuh ke paha sehingga menampakkan bentuk pahanya yang jenjang dan penuh. Debby masih menikmati pemandangan sisi jalan dan tidak sadar kalau aku memperhatikan tubuhnya. Aku memacu mobil menuju alamat yang sudah dia beritahukan sebelumnya.


Di perumahan itu, rumah type 21 yang dia tempati. Luas tanahnya masih sangat luas belum termaksimalkan. Sisi kanan kiri rumah masih kosong dan membuat jarak dengan rumah disampingnya. Aku pun segera membantu menurunkan barang dan membereskan barang di rumah tersebut, hanya berdua. aku pandangi wajahnya, perhatikan tiap lekuk tubuhnya yang membuat penisku tagang.


Sore itu aku mandi di rumah kontrakannya, aku tidak pernah lupa membawa alat mandi di mobilku. begitu juga Debby yang mandi sebelum aku, meninggalkan bau harus menyengat di kamar mandi.


“Kak, makan malam di sini saja ya, sudah aku masakkan” tawarnya


“Baik lah, pasti masakannya enak sekali” timpalku, padahal aku masih ingin berlama-lama dengan dia


Selepas makan malam kami pun bercengkrama. Semua barang telah kami rapihkan bersama, hari itu aku habiskan waktu bersama. “Akhirnya selesai juga ya Debby, capek juga ya


” sahutku mencoba mencairkan suasana, sambil duduk di sebelahnya yang sedang mengupaskan mangga untukku. Debby tersenyum manis sekali, “Iya kak, kakak capek ya, mau aku suapin manggana?”


aku kaget dengan tawarannya aku berusaha tenang “boleh”


Dia pun memberikan mangga yang ada ditangannya, dengan nakal aku coba melahap mangga sampai ke jarinya, sehingga bibirku menyentuh jarinya. Dia tarik jarinya dari mulutku pelan sekali, sembil tersenyum. “oh god…sweet” ujarku dalam hati. “Mangganya manis…apalagi sambil lihat kamu” aku memancing. Debby hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. Suapan kedua ini jarinya lebih lama berada di dalam mulutku. Sengaja tidak aku lepaskan dan si empunya jari lentik itu tidak keberatan, dia hanya diam menunggu. Tangan kiriku menyentuh tangan kanannya itu lembut, dia tidak menolak. aku tempatkan telapak tangannya yang lembut di pipiku, sambil menatap wajahnya. Wajahnya bersemu merah. Mata kami saling menatap, wajah kami semakin mendekat…dekat dan dekat…sehingga aku rasakan nafasnya menentuh wajahku. Tangan kananku meraih dagunya yang lembut seolah tidak ada tulang di dagunya itu. sedikit aku tarik dagunya sehingga bibirnya terbuka, sengal nafasnya bisa aku rasakan. Ini mungkin rasanya seorang wanita yang pertama kali melakukan kissing, wanita yang selama ini berusaha menjaga kehormatannya dan tidak pernah disentuh siapapun sebelumnya. Matanya terkatup, cantik sekali dia malam ini. Akupun mendekatkan bibirku dengan bibirnya, aku pagut lembut…dia tidak membalas juga tidak menolak. Kembai aku pagut bibirnya, lembut dan manis kurasakan. ku pagut bibir ats dan bawahnya bergantian.


Kali ini dia mulai merespon, dia membalas pagutantu dengan memagut bibirku juga, basah dan indah. Pagutan kami semakin liar, aku pindahkan kedua tanganku disamping wajahnya dengan posisi jari jempol menempel ke pipinya yang lembut. Keempat jariku berada di bawah telinganya yang masih tertutup jilbab. aku semakin menarik wajahnya mendekatiku, kecupanku semakin liar yang aku yakin membangkitkan gairahnya. “mhh…ummm….aummmmm…” bergantian kami mengecupi bibir kami. Kini tangan kiriku melingkari leher hingga kepundak belakangnya, sedangkan tangan kananku menyusup melalui bawah jilbab putihnya yang lebar kemudian mencari gundukan lembut tepat di dadanya. Tangan kananku menyentuh sebongkah gundukan lembut yang masih tertutup bra. “Mhh…payudara yang snagat indah” tangan kananku pun mulai meremas lembut payudara itu. “ehhhmmm…mhhmhh…mmhhhhh” Debby kaget dan mendesah sambil tetap berpagutan dengan bibirku. Sekiatr 2 menit meremas remas dada kirinya, tangan kananku mencoba mencari kancing kemejanya. Dan ku buka satu demi satu hingga meninggalkan beberapa kancing bagian bawah yang tetap terpasang. Tangan kananku lebih aktif lgi masuk ke dalam kemejanya, benar saj, gundukan itu sangat lembut, ketika kulit tanganku bersentuhan dengan kulit payudaranya yang halus sekali. tanganku menyusup diantar bra dan payudaranya, meremas lembut dan sesekali memilin putingnya yang kecil dan nampak sudah mengeras. “mhhh…ummmmm,….aahhh,…mmhh…..m mmm….mmmmphh….” mulutny atreus meracau mencoba menikmati setiap remasanku, matanya masih saja terpejam seolah dia tidak mau melihat kejadian ini atau dia sedang berusaha benar-benar meresapi rangsangan yang aku buat.


AKu tarik pundaknya sehingga tubuhnya terbaring ke samping kiriku, dan aku pun menarik bibirku dari bibirnya dengan sedikit suara kecupan yang menggambarkan dua bibir yang sudah lengket dan sulit dilepaskan. “mhuachh…aahhh” wajahnya memerah dan matanya masih terpejam, cantik sekali. Kini tangan kananku mengangkat jilbabnya ke atas, memberikan ruang agar kepalaku bisa masuk kedalamnya. AKu mencium bau harum dari keringatnya yang mulai mengalir. Dalam keremangan aku milihat leher jenjangnya yang putih dan halus, tanpa membiarkan waktu berlalu aku segera mengecupnya lembut dan kecupanku semakin ganas di lehernya “aahhh….eengg…ehhhh…aahhh….aaa hhh….” mulutnya tak berhenti meracau. Tangan kananya meraih belakang kepalaku dan menekankan kepalaku agar semakin menempel di lehernya, sedangkan tangan kirinya mendekap punggungku. Untungnya jarang rumah ini dengan rumah sebelah lumayan jauh, sehingga desahan kami tidak terdengar oleh rumah sebelah. Aku tidak lupa meninggalkan cupang di lehernya, lalu ciumanku pun turun ke dadanya. Tangan kananku mencari sesuatu di balik punggungnya, ya kait bra.


Setelah aku dapatkan langsung aku lepaskan. Terlepaslah bra yang selama ini menutupi keduap payudara indah itu agar tidak meloncat keluar. lalu tangan kananku menarik bra agak ke atas ke leher Debby, sehingga terpampang dua gunung kembar yang sangat mengagumkan. Benar saja 36C. Aku mulai mencium payudara kanan Debby, aku lakukan masih di dalam jilbabnya, dan akupun tidak melepas semua kancing kemejanya, sehingga tidak semua bagian tubuhnya terlihat. Namun, itu membuat sensasi percintaan semakin terasa, tangan kananku sibuk meremas payudar akananya yang saat ini sudha tidak berpenutup lagi. “aaahhhh…kaaakk….ahhh…..mhhh…k ak…..aduuhh…..mhh….. ” Debby tidak kuat menahan rangsangan ini, kepalanya menggeleng ke samping kanan dan kiri, tangan kanannya semakin kuat membekap wajahku ke arah dadanya. Kini tangan kananku melepas remasan di dadanya, mulai turun ke bawah, menyentuh kakinya yang masih ber kaos kaki. tangan kananku menarik roknya menyusuri betis yang tertutup kaos kaki panjang hampir selutut, setelah itu tanganku menemukan kulit halus yang putih. Tangan kananku menyusuri paha kirinya dan membuat roknya terangkat sebatas perut. tangan kananku membelai-belai paha kirinya dan ciumanku sekarang sudah mendarat di payudara kirinya. “ahhh…kaaaakkk….kakaaa….kk…ahh …”, nafas Debby semakin tersengal-sengal, aku tidak lupa meninggalkan cupang juga di payudara kirinya yang sangat lembut. Penisku semakin tegang.


Lalu aku tarik wajahku dari dadanya, aku duduk di samping tubuhnya yang terbaring. Bulir keringat mulai membasahi wajahnya yang putih, nafasnya tersengal, matany amasih terpejam, bibirnya terbuka sedikit. Rok bagian kiri sudah terangkat sampai ke perut, menyisakan pemandangan paha putih jenjang nan indah, namun betisnya tertutup kaos kaki yang cukup panjang. Tangan kananku masuk ke bawah kedua lututnya, tangan kiriku masuk ke dalam lehernya, aku pun memagutnya lagi dan dia faham apa yang aku maksud. Dia kalungkan kedua tangannya ke belakang kepalaku. “Jangan di sini ya sayang…kita masuk saja ke dalam…” ujarku sambil mengangkatnya, birbir kami tak henti berpagutan. Lalu aku rbahkan tubuhnya ke kasur busa tanpa dipan khas milik anak kos. nafasnya terus tersengal, kedua tangannya meremas kain sprei kasurnya itu. Kini aku berada di kedua kakinya, aku coba tarik roknya sampai sebatas perut dan aku kangkangkan kakinya. Ciumanku mendarat di bagian bawah perut, “eenngg…ahhh…” aku tau dia merasa geli dan terangsang hebat, sambil kedua tanganku mencoba menurunkan celana dalamnya. Gerak tubuhnya pun tidak menggambarkan penolakan, bahkan dia agak mengangkat pantatnya ketika tangan ku mencoba melepas celana dalamnya sehingga mudah melewati bagian pantan dan tidak berapa lama terlepas sudah celana penutup itu. Vagina muda berwarna pink yang sangat indah, ditumbuhi bulu halus yang rapih tercukup. Baunya pun sangat wangi.


Tapi aku tidak ingin buru-buru, aku ingin Debby membiasakan suasananya dulu. ciumanku jatuh ke pahanya, ke bagian sensitif paha belakang sambil mengangkat kakinya ke atas. lalu pada sat yang tepat aku mulai turunkan ciumanku di antara selangkangannya. “kaakk…ahh…”, aku mencoba menjilati bagian luar vaginanya dari bawah ke atas, vagina itu mulai lembab dan basah. Lalu aku renggangkan lebih luas lagi kakinya, dan aku sibak labia mayoda dan labia minora vaginanya, aku temukan lubang ke wanitaan yang masih sempit namun berwarna merah seakan bekas luka atau lecet. AKu tidak mempedulukan, karena aku melihat cairan bening meleleh dari dalam lubang kewanitaan Debby, lalu aku jilati dan lidahku pun nakal mencoba masuk ke dalam lubang kewnitaan itu, terus mencari dan mencari…lalu kecupanku pindah ke atas menemukan benjolan kecil tepat di bawah garis vagina atas, aku gigit-gigit kecil, aku cium aku sedot, tidak ketinggalan tangan kananku mencoba sedikit demi sedikit masuk ke vaginanya. “aahhhhh…uuhhh….mhh….phhh…ahhh …akakak…aahh..kakak… aduuhh…aaahhh…ahhh…” kepalanya bergeleng tidak teratur ke kanan dan kekiri, kedua tangannya semakin kuat menggenggam sprei yang dikenakan pada kasur busa tersebut. ciumanku semakin kuat dan ganas, cairan kewanitaan semakin deras keluar dari lubang kewanitaan Debby. secara bergantian lidahku merangsang lubang vagina dan clitoris, dan tangan kananku pun tidak tinggal dia. Jika lidahku sedang merangsang klitoris maka jari tangan kananku berusaha meransang pubang vagina, juga ketika lidahku bermain-main dan mencoba masuk lebih dalam ke lubang vagina, jempol tanganku merangang dengan menggesek dan menekan-nekan clitoris Debby. “aaahhh….aaaaa…uuuu…enhhhh…eee mmm…ahh…aaaa….” Tangan kananya sekarang meremas-remas rambutku dan menekan kepalaku agar lebih dalam lagi mengeksplorasi vaginanya.


sekitar 15 menit aku mengekplor vaginanya, dia menjambak rambutku dan kemudian mendorongku. Sekarang posisi kami sama-sama duduk, nafasnya tersengal-sengal tapi sekarang dia berana membuka matanya menatapku, keringat mengucur dari tubh kami. Tiba-tiba bibirnya langsung menyerbu bibirku, ciuman kali ini amat liar terkadang gigi kami beradu, lidah kami saliang bertukar ludah, lidahku coba masuk ke rongga mulutnya, menjilati dinding-dinding mulutnya. AKu sangat kaget ketika tangannya menarik kaosku ke atas, melewati mulut kami yang tengah beradu, kemudian ciumannya turun ke leherku dan ke dadaku. Tanganya tidak berhenti sampai di situ, dia mulai membuka ikat pinggang celanaku, saat bibirnya masih menciumi dadaku, tangannya menurunkan celanaku dan kemudian celana dalamku.


Penisku yang diameternya 6 cm dan panjangnya hampir 20 cm mengacung tegak, kini tangan kananya menggengam penisku, aku pun berdiri dan kini wajah ayunya berada di depan penisku hanya beberapa senti saja. ku lihat dia menelan ludah, apa mungkin dia kaget dengan ukuran ini atau mungkin dia masih ragu melakukan ini. Aku pegang kepalanya yang masih menggunakan jilbab putih yang mulai kusut. kudekatkan penisku dengan bibirnya, bibirnya masih terkatup ketika ujung penisku menempel pada bibirnya, mungkin dia masih bingung apa yang dilakukannya. “Kulum sayang…ciumi sayang…ayo…” lalu dia buka bibirnya sedikit dan mencium ujung penisku, kaku, tapi menimbulkan sensasi yang dahsyat, selain karena bibirnya yang lembut, hangat dan basah menyentuh ujung penisku, melihat seorang wanita yang masih berpakaian lengkap dengan jilbabnya itu hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. “cuup..mppuhmm..uhhmm…” bibirnya berkali-kali mengulum ujung penisku, sedikit-demi sedikit kulumannya semakin masuk. AKu lihat dia masih kaku dan belum lihat melakukan itu, tapi bagiku sensasi luar biasa. “mhhh…aauuuummm…uummhh”


akhirnya mulutnya berani memasukkan penisku, walau tidak sampai masuk semua, karena penisku terlalu panjang dan itu akan menyakitkannya. “shh…ahh…terus Vi…keluar masukin…” Debbypun mengikuti perintahku dia memaju mundurkan kepalanya. “aahh…sayang…terus”…”mhh..uhmm hh..cuuupp..muuh” Debby terus melakukan aktifitasnya. hanya 5 menit lalu dia berhenti, “Kak…Debby ngga tahan…” diapun menarik tubuhku dan aku kini sama-sama duduk berhadapan. Aku tahun, dia dalam kondisi puncak, dia tidak dapat lagi menahan libidonya, akupun merebahkannya dan menindihnya. AKu regangkan kedua kakinya. Debby tampak pasrah dia memandangiku dan memperhatikan penisku yang tepat dihadapan vaginanya. Aku lupa sesuatu, segera ku raih celanaku yang tercecer di samping dan mengambil sesuatu di dompet. Ya, aku selalus edia kondom di dompet setelah ku buka dan akan kupasangkan, Debby menampik tanganku “ngga usah pake itu kak…aku ingin jadi milik kakak seutuhnya” aku tersentak dengan ucapannya “Kamu yakin Deb?” Debby mengangguk.


Kini kuarahkan ujung penisku mendekati lubang kewanitaannya “Tahan ya Deb…agak sakit…” Tangan kananku menggenggam batang penis dan digesek-gesekkan pada clitoris dan bibir kemaluan Debby, hingga Debby merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Aku terus berusaha menekan senjataku ke dalam kemaluan Debby yang memang sudah sangat basah itu.


Pelahan-lahan kepala penisku menerobos masuk membelah bibir kemaluan Debby. “Tahan kaak…sakii..t” dia merintih sambi menggigit bibir bawahnya. Aku pun menghentikan kegiatanku sementara, sambil menunggu aku maju mundurkan kepalpenisku ke bibir kemaluannya supaya bibir kemaluannya mulai menyesuaikan. Matanya masih terpejam dan terus menggigit bibir bawahnya, nafasnya tersengal. Sedikit demi sedikit aku masukkan kembali, pelan tapi pasti. Setiap penisku masuk Debby melengguh menahan sakit. Vaginanya masih sempit tapi tanpa halangan penisku mulai masuk ke dalam. Dengan kasar Aku tiba-tiba menekan pantatku kuat-kuat ke depan sehingga pinggulku menempel ketat pada pinggul Debby. Dengan tak kuasa menahan diri dan berteriak, mungkin sakit. Dari mulut Debby terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh…sakii…t..kaak..”, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Debby mencengkeram dengan kuat pinggangku. Judi Slot Online Terbaik


Beberapa saat kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat dan bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Debby berusaha memegang lenganku, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan penisku pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Debby mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajahku, dengan takjub. Debby berusaha bernafas dan …:” “kaa..kk…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara aku tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.


Debby sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Aku menggerakkan tubuhku, gesekan demi gesekan di dinding liang vaginanya. Setiap kali aku menarik penisnya keluar, dan menekan masuk penisku ke dalam vagina Debby, maka klitoris Debby terjepit pada batang penisku dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang penisku yang berurat itu. Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan Debby menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Sementara tanganku yang lain tidak dibiarkan menganggur, Tanganku merengkuh punggungnya yang melengkung menahan nikmat, kemudia aku sibak jilbabnya dan terlihat dua payudara indahnya yang masih sembunyi dibalik kemeja yang sudha terbuka kancing bagian atasnya, branya pun sudha tersingkap ke atas menambah sensualitas pemandangan saat itu. Aku tarik punggungnya sehingga maskin melengkung ke atas, aku pun terus bermain-main pada bagian dada Debby dan Mencium dan kanag menggigit kedua payudara Debby secara bergantian. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuatku segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi aku terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.


Ia memiringkan kepalanya, dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu Semakin erat mendekap kepalaku agar semakin rekat dengan payudaranya, aku tahu pelukan itu adalah penyaluran dari rasa nikmat dan klimaks yang mungkin sebentar lagi dia rasakan. Kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…, akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Debby terkulai lemas tak berdaya di atas kasur dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana penisku tetap terjepit di dalam liang vaginanya. Itu lah pertama kali dia merasakan indahnya orgasme.


Selama proses orgasme yang dialami Debby ini berlangsung, memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan olehku, dimana penisku yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang vagina Debby dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang penisku serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha penisku, terlebih-lebih pada bagian kepala penisku setiap terjadi kontraksi pada dinding vagina Debby, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. Perasaanku seakan-akan menggila melihat Debby yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang penisnku.


Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Aku membalik tubuh Debby yang telah lemas itu hingga sekarang Debby setengah berdiri tertelungkup di dipan dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arahku. Aku ingin melakukan doggy style, tanganku kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah payudara Debby yang kini menggantung ke bawah, tangunku menyusup lewat kemeja bagian bawah. Dengan kedua kaki setengah tertekuk, secara perlahan-lahan aku menggosok-gosok kepala penisku yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam vagina Debby dan menempatkan kepala penisku pada bibir kemaluan Debby dari belakang.


Dengan sedikit dorongan, kepala penisku tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan Debby, Debby melengguh agak kencang..”aahhgg….” ketika penisku mulai menyeruak ke dalam vaginanya lagi. Kedua tanganku memegang pinggul Debby dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan Debby tidak terletak pada dipan lagi, hanya kedua tangannya yang masih bertumpu pada kasur. Kedua kaki Debby dikaitkan pada pahaku. Kutarik pinggul Debby ke arahku, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Iffa, “Oooooooh…aahh…shhh…ahh….!”, penisku tersebut terus menerobos masuk ke dalam liang vaginanya dan Aku terus menekan pantatnya sehingga perutnyaku menempel ketat pada pantat Debby yang setengah terangkat. Aku memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutku mendesis-desis keenakan merasakan penisku terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang vagina Debby yang ketat itu. “Ahh…ahhh…aahh…kak..a.duuu..hh …mhh…teruss…” mulutnya terus mengaduh, tanda nikmat tiada tara yang dia rasakan.


Tubuhny amaju mundur terdorong desakan penisku. Karena bagian pantat lebih tinggi dari kepala sehingga kemejanya turn ke bawah memperlihatkan pungguh mulus dan putih yang sebelumnya tidak pernah dilihat siapapun. Tangannya sambil terus meremas seprei dan merebahkan kepanaya di kasur. “shhh…ahh..kakk…aahh..aduuhh…k ak….” semakin kencang teriakannya semakin menunjukkan kalau dia akan merasakan klimaks untuk kedua kalinya. AKupun mempercepat doronganku. “terus..kak…ahh…jangan berhenti…ahh…kak,…” Debby meracau semakin tidak karuan. dan….diapun mendongakkan kepalanya ke atas disertai lengguhan panjang “aaaaaaa……….hhhhhh….” dia klimaks untuk kedua kalinya. AKu cabut penisku dari lubang vaginanya, aku lihat cairan bening semakin banyak meleleh dari vaginanya. Tubuhnya melemas dan lunglai ketika aku lepaskan. Navasnya tersengal, pakaian dan jilbabnya kusut tak karuan. Keringat membuat pakaian dia yang tidak dilepas sama-sakeli menjadi basah. Namun dia memang wanita yang pandai merawat tubuhnya, bahkan keringatnya pun harus sekali baunya.


Setelah aku biarkan dia istirahat beberapa menit sambil meresapi orgasme untuk keduakalinya. Kemudian Aku merubah posisi permainan, dengan duduk di sisi tempat tidur dan Debby kutarik duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuanku. Aku menempatkan penisku pada bibir kemaluan Debby yang tampak pasrah dengan perlakuanku, Lalu aku mendorong sehingga kepala penisku masuk terjepit dalam liang kewanitaan Debby, sedangkan tangan kiriku memeluk pinggul Debby dan menariknya merapat pada badanku, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti penisku menerobos masuk ke dalam kemaluan Debby. Tangan kananku memeluk punggung Debby dan menekannya rapat-rapat hingga kini badan Debby melekat pada badanku. Kepala Debby tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dengan bebasnya mulutku bisa melumat bibir Debby yang agak basah terbuka itu.


Dengan sisa tenaganya Debby mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar, sehingga penisku seakan mengaduk-aduk dalam vaginanya sampai terasa di perutnya. Karena stamina yang sudha terkuras dengan dua klimaks yang didapatnya, goyangan Debbys emakin melemah. Aku pindahkan kedua tanganku ke arah pinggannya dan tanganku mulai membantu mengangkat dan mendorong pinggul Debby agar terus bergooyang. Aku ihat penisku timbul tenggelam dibekap lubang vaginanya yang hangat. Rintihan tak pernah berhenti keluar dari mulutnya. “shh…ah…sshhh…ahhh..” Goyangannya teratur, setelah sekian lama dengan posisi itu, Debby mulai bangkit lagi libidonya, dengan tenaga sisa dia mulai membantu tangaku dengan menggerakkan pinggulnya lebih cepat lagi. Kedua tangannya kini merangkul kepalaku dan membenamkannya ke kedua gunug kembarnya yang besar dan halus. Aku tahu dia akan mengalami klimaksnya yang ketiga. Aku kulum dan lumat payudaranya, kepala Debby menengadah merasakan nikmat yang tiada tara atas rangsangan pada dua titik tersensitifnya. Tak berselang kemudian, Debby merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus…, terus…, Debby tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih menahan rasa yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu datang lagi, Debby tak peduli lagi, “Aaduuuh…, eeeehm..ahh…kaa..kk…aahhh…”, Debby memekik lirih sambil menjambak rambutku memeluknya dengan kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuanku.


Kemudian kembaliku gendong dan meletakkan Debby di atas meja dengan pantat Debby terletak pada tepi dipan dan kasur, kedua kakinya terjulur ke lantai. Aku mengambil posisi diantara kedua paha Debby yang kutarik mengangkang, dan dengan tangan kananku menuntun penisku ke dalam lubang vagina Debby yang telah siap di depannya. Aku mendorong penisku masuk ke dalam dan menekan badannya. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuh Debby yang terkapar lemas dan pasrah terhadap apa yang akan aku lakukan.


Badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan penisku. Debby benar-benar telah KO dan dibuat benar-benar tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu, kedua tangannya mencengkeram Sprei. Dan aku sekarang merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam penisku yang menimbulkan perasaan geli pada ujung penisku. Aku mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…, terus”, dan pinggulku menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu, sehingga buah pelirku menempel ketat dan batang penisku terbenam seluruhnya di dalam liang vagina Debby. Dengan suatu lenguhan panjang, “Sssh…, ooooh!”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, aku merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh krucil.netan air maninya ke dalam vagina Debby. Ada kurang lebih lima detik aku tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut, dengan seluruh tubuhku bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Dan pada saat yang bersamaan Debby yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu krucil.netan hangat dari pancaran cairan kental hangat ku yang menyiram ke seluruh rongga vaginanya.


Aku melihatnya lemas dengan jilbab dan pakaian yang sudah nggak keruan bentuknya lagi. aku melihatnya menunduk sedih sambil menangis. AKu faham, gadis seperti dia tidak mungkin mudah untuk melakukan hal ini, tapi kali ini aku benar-benar membuatnya tak berdaya dan mengikuti nafsu duniawi. “Kak…” dia membuka perakapan ditengah hening kami menikmati pertempuran yang baru saja selesai. “Ya sayang…” sambil ku peluk dia.


“Kakak mau tanggung jawab kan?”


“Kakak mau menikahi Debby kan?” parau suaranya terdengar


Aku tersentak aku tak menyangka kalau dia langsungmengatakan itu. Tapi aku benar-benar tidak tega melihat kondisinya yang sudah menyerahkan semuanya kepadaku. Aku pun ingin memilikinya dan mengakhiri semua kebiasan burukku. AKu berjanji meninggalkan pacarku kalau dia mau menikah denganku, kenyataannya sekarang itu sudah di depan mata.


“i..iya..Deb…kakak akan tanggung jawab…kakak akan menikahi kamu” sahutku. Dalam wajah sedihnya kuliah bibirnya menyunggingkan sedikit senyum. Dan kamipun tertidur dengan saling memeluk seakan berharap agar pagi tak segera hadir.

Cerita Sex Panas Enaknya Jadi Dokter Kandungan

Cerita Sex Panas Dengan Mamaku Sayang, Sejak dia membuka usaha salon kecantikannya, Mamaku mulai sering merubah gaya rambutnya dgn gaya yg up to date dgn gaya rambut yg lagi ngetrend sekarang, bahkan Mamaku mengecat rambutnya dgn warna yg agak kepirang pirangan.


Nah John, gimana menurut kamu?, dan saya harus selalu memberikan pendapat mengenai dirinya, kecantikannya, Mama terlihat cantik, begitulah pendapatku.


Sekarang akupun mulai menyadari, betapa cantiknya Mama ku ini. Mamaku berumur 35 Tahun ini, tingginya hampir 173 cm kulitnya putih sedikit agak berlebihan bisa dibilang sebening kaca.


Jadi aku Sdh cantik ya he..he.., tanyanya kembali padaku, sambil tersenyum simpul.

Klo menurutku sih begitu Mam, jawabku.


Penampilan sangat memukau hati banyak lelaki, terutama karana dia jg memakai rok mini, dan aku kembali menyadari kalau Mamaku ini memang terlihat sangat Sexy. Sepertinya dia terlihat akan kencan, walaupun memang bukan perkencanan yg terlihat serius. Ya memang Mamaku adalah orang tua tunggalku semenjak dia melahirkan diriku, dan sepertinya tdk perlu utk ku bahas kebelakang.


Mama mengenal teman kencannya dari temannya yg bernama Paul, walupun begitu Mamaku jg tdk terlalu serius menjalaninya dan malah agak menjaga jarak dgn lakilaki teman kencannya tersebut. Umurku mulai beranjak 15 di tahun ini, dan akhirnya aku mendapatkan izin dari Mamaku utk mengendarai sepeda motor. Mamaku membelikan motor utk ku, dgn pengertiannya, tetapi bila nilai sekolahku jelek, maka motor hanya boleh terparkir di garasi saja.


Menurut pengelihatan ku dari hari ke hari Mamaku semakin cantik saja, dan sepertinya aku jg baru saja mengalami kebutuhan yg sangat mendesak yg memang dialami setiap orang anak laki di umumnya diumur segini. Pernah aku melihat Mamaku keluar dari kamar mandi dgn gaun tidur malamnya yg berwana merah bunga mawar, dan berdiri tepat dibawah cahaya lampu, yg membuatku dapat melihat dgn jelas menerawang kepada keindahan lekukan tubuh Mamaku.


Toketnya terlihat sangat indah karena memang dibalik gaun tidur itu, Mamaku hanya memakai celana dalam saja, aku jg apat melihat puting susunya yg menyembul mendorong kain dari gaun tipis berwana merah yg sedang dikenakannya, dan kadang2 dia jg suka duduk di sofa dgn menempatkan kakinya di ujung meja utk mewarnai kukunya, dari keadaan itu aku dapat melihat jelas paha Mama sampai kadang terlihat sampai ke CDnya. Lalu pada malam harinya aku bermasturbasi di dalam kamar sambil berfantasi jika aku menyetubuhi Mamaku. Judi Slot Online


Sial, kenapa aku jadi mesum begini, ocehku dalam hati.


Mungkin bisa disamakan dgn kondisi Mamaku jika dia sedang menggodaku dgn keseksian tubuhnya. Tp jika memang fantasi ini terwujud, sepertinya aku bisa jadi gila, dan mungkin aku bisa semakin tergila gila kepada Mama Kandungku sendiri.


Hari itu Jumat malam, Mamaku menutup salonnya dan pulang kerumah agak cepat waktu itu, sesampainya dirumah Mamaku langsung memanggilku ,


John,bagaimana jika malam ini kita makan diluar, terus kita nonton bioskop yukkk..atau abis itu kita main bowling, tp itu jg klo kamu mau lhoosayang!!.

Terserah Mama aja lah, aku ikut aja deh, sahutku menjawab ajakannya.

Oke deh sayang, soalnyakan kita udah jarang bareng lho sayang, Mama selalu sibuk dgn salon Mama, menurut Mama klo qta melakukan sesuatu hal yg berbeda malam ini, akan sangat bagus lhoutk qta, kata Mamaku menjelaskan maksudnya.

Wah, asyik tuh Mam, pasti akan seru deh, kataku.

Siapa yg mandi duluan nih Mam? Aku bertanya.

Mandi bareng aja hyuuukkkhahahaha..Gila Gak lah sayang hahahaha, kamu aja mandi duluan!!. Dia mengodaku sambil tertawa.


Setelah aku selesai mandi, aku langsung menuju ke kamarku utk berpakaian.


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Mama ku keluar dari kamar mandi dgn hanya menutupi tubunya dgn balutan handuk besar, aku melihat situasi tersebut sewaktu aku keluar dari kamar utk menuju ke depan rumah, dan di koridor antara kamar mandi kamarku dan kamar Mamaku disitulah aku melihat sekali lagi ke sintalan tubuh Mama Kandungku sendiri.


Bentar ya sayang, Mama siap dalam beberapa menit. Katanya sambil berlalu.


Kulitnya yg sangat putih dan bahunya yg sangat terlihat mulus sexy, terlihat sebagai pemandangan yg sanagat Indah, dan membuat K0ntolku seperti melonjak lonjak,


Beuhhh., gila kagak bisa tahan nih gw, masa gw perkosa nykp gw sendiri, kataku dalam hati.


Sambil menunggu siapnya Mamaku, aku duduk di sofa dan menyalakan TV, dan akhirnya aku dengar siulan lagu country lama yg tersiul dari mulut Mamaku yg menandakan bawha dia telah siap. Kenapa waktu selalu berjalan sangat lambat, bila qta sedang menunggu seseorang, memang sdh seharusnya begitu sepertinya, dan aku mendengar langkah kakinya yg mendekat dari arah koridor kamar.


John.Tutup matamu..sayang!!

Ok, Mamada apa nieh..?? Aku membalas perintahnya.


Kututup mataku, tetapi aku tetap bisa mendengar langkah kakinya yg mendekat kearah ku, dan aku bisa merasakan keberadaannya disebelahku ketika langkah kakinya berhenti.


Ok sayangbuka matamu dan..menurut kamu gimana?? Katanya sambil menunjukan penampilannya.

Ya Tuhan, Mama Sumpah Mama Cantik banget.


Ketika kubuka mataku aku seperti melihat bintang film, Mamaku memakai baju terusan mini berwarna merah dipadukan dgn jaket yg sangat seirama dgn warna baju terusannya dan jg dipadukan dgn sepatu hak tinggi berwarna merah dan kakinya terbalut dgn stoking nilon yg membuat kakinya semakin terlihat sexy, dgn rambut dinaikan keatas kepalanya seperti sanggul kecil dan jg dgn riasan wajahnya yg teramat sangat sensual. Matanya terlihat sangat cerah dgn riasan yg dia lakukan sendiri dan bibirnya terlihat selalu lembab seperti basah atau bisa dibilang terlihat sangan sensual dan nakal.


Wow malam ini Mamaku menjadi teman kencan ku.,sepertinya Mamaku sdh jatuh hati ke aku, gumam GRku dalam hati.

Sdh siapkah kita utk pergi, Sayang? Kataku dgn sedikit canda godaan.

Pastinya Cintaku.., Sambil mengedipkan matanya dia menjawab candaan ku.


Sampai di sebuah resto memesan beberapa jenis makanan dan mulai makan dgn beberapa percakapan diantara kami berdua. Kami selesaikan makan malam itu, lalu Mama memberikan uang kepadaku utk membayar makan malam kami dan dia jg tdk lupa menyelipkan utk uang tip di meja tempat kami makan.


John, nih uangnya, kamu yg ke kasir ya, Mama mau ke toilet dulu bentar..!!.


Setelah dia mengatakan hal itu kepadaku dia langsung berlalu menuju toilet, dan ketika Mamaku berjalan aku dapat melihat beberapa lelaki yg sedang mekan di resto itu memandangi kemolekan tubuh Mamaku, nafsu terukir pada muka mereka ketika melihat Mamaku berjalan. Situasi itu mebuat diriku menjadi agak cemburu kepada para lelaki itu, dgn cara mereka melihat Mamaku dgn penuh Nafsu, Mamaku yg pada saat itu menjadi pasangan kencanku. Aku berdiri dari bangku ku dan beranjak kearah kasir utk membayar dan menujuke ruang tunggu, lalu belum lama aku manunggu Mama ku muncul, dan dia terlihat sangat cantik menawan. Diraihnya tanganku dan kami berjalan ke mobil.


Mam, tadi liat gak sih co2 liatin Mama pas di resto tadi?

Gak tuh, yg mana ya?. Dgn sedikit senyum dari bibirnya.


Akhirnya kami masuk mobil dan meninggalkan resto tersebut, kami berjalan menyusuri jalan protocol dan melewati sebuah bioskop.


John, ini pasti keren bgt, yuk qta cek ada film apa di Bioskop!!.

Ok Mam, atau mungkin kita kemana gitu Atau mungkin ke taman kota aja hehehe?Aaku tertawa kecil dgn sedikit menggodanya.

Ntar aja sayaaaang.ntar ya sabar!!. Dia balik menggodaku dgn mengedipkan mata.


Akhirnya kami nonton bioskop tentang film komedi dan membuat kami berdua menonton film itu dgn tawa yg terbahakbahak. Yg akun tau Mamaku sangat senang besama ku saat ini, dan aku sangat beruntung memiliki dirinya. Bisa dibilang kami tumbuh besar dan hidup bersama, dan dia selalu memberikan aku yg terbaik dalam hidupku, aku berkhayal mungkin ini alasannya mengapa dia tdk pernah serius dgn teman kecannya, atau mungkin suatu hari nanti dia akan bilang kepadaku saat dia sdh benar2 memiliki teman kencan yg serius.


Sepulangnya kami dari bioskop waktu menunjukan tengah malam. Sesampainya dirumah Mamaku masuk kekamarnya utk mengganti pakaiannya dan kembali ke dapur dgn memakai gaun tidur malamnya yg sangat tipis dan halus.


Tadi kamu mau jdi makan kue kan ..?. Dia bertanya.

Gak ah Mam, susu ajadeh segelas. Jawabku, sambil berdiri utk mengambil susu.

Udah duduk aja, biar Mama yg ambil!!.


Mamaku membuka lemari dan mengambil gelas, lalu dia membuka kulkas dan menuangkan segelas susu ke dalam gelas tersebut utk ku, lalu dia membalikan badannya kearah meja dan memberikan gelas itu kepadaku yg berada di seberang meja dgn sedikit membungkukan badan utk menggapai tengah meja agar aku bisa meraih gelas itu, dari pergerakannya itu membuat bagian leher gaun malamnya yg longgar memperlihatkan bagian toket Mamaku yg sangat indah.


Mam, kayanya malam ini Mama harus memakai pakaian yg jauh berbeda dari yg ini dehhhh, soalnya hormone mudaku gak bisa tahan nehklo liat Mama pakai baju yg ini hehehe!!. Candaku sambil tertawa.


Oooojadi Mama bikin kamu Horny ya hihihi,Mama gak salah denger nih kamu ngomong klo emang bener, ya emang sdh seharusnya gitu kli sayaaang bagus donk ituu berarti Johnku sayang..sdh menjadi Lelaki dewasa berarti qta harus membuktikan tuhapa  bener dah dewasaa ahahahaha, yaudah selamat tidur ya sayangku.muaachhh. Balas Canda Mamaku, sambil diringi tawanya.


Setelah menggodaku dia mencium keningku dan berjalan menuju kamarnya. Yg kuinginkan sekarang adalah menarik dirinya dan melemparkannya ke kasur dan menyetubuhinya sampai puas. K0ntolku sdh mengeras tegang menjulang oleh pengaruh nafsu duniawi, aku harus melepaskan nafsuku ini, pikiran gila makin menempa birahiku. Akupun berlalu ke kamar ku, sesampainya di kamar aku berbaring di tempat tidur dan mulai bermasturbasi, kukocok k0ntolku yg sdh sangat tegang ini.


Aku membayangankan kemolekan tubuh Mama kandungku sendiri, aku dapat melihat dalam bayanganku senyuman manis Mamaku.  KUkocok dgn sangat cepat k0ntolku dan akhirnya kusemprotkan cairan spermaku yg tersemprot ke perut dan dadaku, bagian terkental dari spermaku mengalir pada batang k0ntolku sangat kental berwarna putih dari bagian kentalnya berangsurangsur keluar wanrna bening dan berangsur angsur menjadi cairan bening.


Kubersihkan tubuhku dgn handuk, serta ceceran2 sperma yg tercecer di tubuhku. Aku telah selesai membayangkan bersetubuh dgn Mama Kandungku sendiri, fantasi yg memberikan aku suatu kenikmatan klimax bermasturbasi, apa jadinya jika ini benarbenar terjadi? Gumamku dalam hati. Aku trus membayangkan jika aku benarbenar bisa bersetubuh dgn Mama kandungku sendiri, samapai akhirnya aku tertidur pulas.


Esoknya aku bangun dan hari berjalan seperti biasa, tp memang kali ini Mamaku pulang agak terlambat pada sore harinya. Sore itu telepon berbunyi dan ketika kuangkat, aku mendengar suara Mamaku. Dia bilang dia pulang terlambat sore ini karena ada meeting mendadak, dan akan pulang dgn membawa Pizza utk makan malam. Aku tutup telepon dan menunggu sambil mengerjakan beberapa PR yg diberikan dari sekolah, kemudian aku mendengar pintu terbuka dan ternyata Mamaku pulang dgn meneteng se dus pizza utk makan malam kami.


Mamaku terlihat sangat rewel malam itu dan terlihat sangat letih, aku tdk tau kenapa dia harus menunggu sampai dgn salonnya tutup lebih lama. Diletakannya dus Pizza itu di meja, dan menyuruhku utk mengambil piring dan mengatakan bahwa dia akan langsung mandi. Kuambil piring dan menempatkan pizza ke piring beserta minuman soda yg di bawa Mamaku. Lalu tdk lama kemudian Mamaku selesai mandi datang kepadaku dan langsung duduk di meja. Game Slot Online Terpercaya


Uuhh cape bgt nih Mama malam ini byk pelanggan tadi di salon..trus gimana hari mmu sayang..?

Ok ok aja sih Mam.


Seminggu lagi kamu ulang tahun yachh, dia mengingatkan ku.

Yup, umurku nanti jadi 15 tahun, sahut ku.

Kayanya kemarin kamu baru aja lahir cepet bgt waktu berlalu, msh seperti baru kemarin,trus kamu mau hadiah apa utk ultahmu sayang.?,kata Mamaku sambil menggigit pizza.


Gak tau jg ya Mam, bingung nih aku.apapun yg Mama ksh buat aku pasti akan menyenangkan. Jawabku.


Mamaku beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan ke kamarnya. Mamaku kembali lagi kepadaku dgn membawa sebuah paket yg terbungkus rapih.


Sebenernya ini, Mama kasih ke kamu masih terlalu cepat ya

Gpp Mamhehehehemaksih Mam.

Yaudah buka aja, dia berkata sambil duduk kembali di tempatnya semula.


Ku buka perlahan paket itu, dan ternyata ada sebuah buku yg lebar di dalam paket itu, dan aku membaca judul dari cover buku itu agak keras, APA YG HARUS LELAKI KETAHUI TENTANG SEX, setelah kubaca judul itu, aku melihat kearah Mamaku dan ternyata Mamaku sedang menatap kearahku dan mengatakan bahwa aku harus membaca buku itu. Ku buka perlahan halam dari buku tersebut, dan aku melihat sebuah ilustrasi, disitu dituliskan dan digambarkan perbedaan gaya2 dari bercinta, artikel tetang cara memikat orang yg qta cintai, dan yg semua lelaki perlukan tentang sex ada di dalam buku itu. Kulihat dan kubaca sebagian artikel secara perlahan, dan membuat k0ntolku berdiri tegang secara perlahan.


Mam.aaaku agak Hooorny nih..baca ini, k0ntolku rasanya agak tegangdddehhh,dgn terbata bata agak malu engan muka memerah aku katakan kepada Mamaku.

Yachhudah gak usah malu kli.Mama mau kamu baca semuanya yg ada di buku itu, kamu udah beranjak jadi lakilaki remaja lho, Mama tau hal seperti ini jarang dilakukan kebanyakan ortu kepada anaknya, dan mungkin ada yg beranggapan ini tdk benar, tp percaya deh sama Mama pengetahuan ini adalah kunci sukses apa yg kamu lakukan di dalam kehidupan kamu mungkin di dalam pekerjaan atau jg mungkin dgn pasangan hidup kamu nanti.ok sayang..!!


Lalu dia berlalu, sambil berkata bahwa ini adalah sebuah rahasia kasih sayang antara Mama dan anaknya, sambil berlalu melewatiku, dia mencuim pipiku dan berjalan keruang tengah. Aku masih terduduk dan terkagum kagum, tentang sesuatu yg baru saja terjadi.bahwa Mamaku memberikan sebuah buku utku, yg mengajarkan bagaimana cara bercinta yg baik.


Akhirnya hari ultahku yg ke15 pun datang. Mama membuat pesta kejutan utku. Dia mengundang seluruh teman2 ku di sekolah dan beberapa orang temanteman di salonnya. Kejutan itu sangat rapih dan teratur. Mereka membawa banyak kado dan kartu ultah yg lucu2 utku. Mama ku jg sdh mempersiapkan ketering utk makanan di pesta uktahku, dan kue ultahnya pun sangat indah. Mama ku menyalakan lilin di kue ultahku dan semua tamu menyanyikan lagu ultah utku.


Lalu Mama berkata kepadaku utk membuat sebuah permintaan sebelum meniup lilin, lalu aku menutup mataku dan mulai mengucapkan sebuah permintaan dalam hatiku. Semoga dalam waktu dekat ini, aku bisa menyetubuhi Mama ku, itu yg kuucapkan di dalam hatiku, lalu aku mulai meniup lilinlilin itu. Hari sdh sangat malam ketika pesta ultahku selesai, Paul teman Mama ku membatu membersihkan dapur, dan aku mama mengantar teman2ku yg datang ke luar rumah utk sekalian mereka berpampitan pulang.


Setelah Mama dan Paul selesai berberes di dapur, Paul jg berpamitan pulang dan tdk lupa memberikan selamat ultah kembali kepadaku dan memberikan ciuman di pipiku, lalu Paul berpamitan kepadaku dan Mamaku,


Sampai bertemu besok ya. Setelah mereka semua pulang, Mama ku masuk ke ruang tengah dan duduk di sofa, lalu dia kembali mengucapkan selamat ultah utkku, dan menanyakan tetang bagaimana pesta tadi, dan aku mengatakan bahwa aku cukup senang atas kejutan yg mama berikan utk ku. Lalu dia berlalu dan berjalan, sambil berkata bahwa dia akan mandi.


Mama menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamr mandi. Dia memakai pakaian rumah utk wanita berwarna merah muda yg berbahan satin yg sangat halus, dan dia berjalan ke dapur dimana aku masih duduk disana dan berhenti di depan ku dgn mengambil jarak antara aku dan dia. Dan dia memutar badannya membelkangi aku.


John, rayulah diriku!! Tiba2 dia mengatakan itu kepadaku.

Tadi ngmong apa Mam?

Rayulah Mamamu ini sayang kuuwww..!! Sambil tetap memunggungi diriku.


Aku berdiri dari kursiku dan berjalan perlahan mendekatinya. Dia tdk mengatakan sepatah kata lagi, hanya berdiri menunggu ku menghampiri dirinya. Setelah aku tepat berada di belkang Mama ku, aku lingkarkan kedua tanganku di perutnya dan dgn perlahan mendekapkan punggungnya pada dadaku, pantatnya yg sangat sintal terdekap sangat rapat ke bagian bawah tubuhku, dan dgn perlahan aku mulai menciumi belakang leher Mamaku dan dgn sedikit menjilat kulitnya dgn lidahku.


Secara perlahan aku mulai membelai halus toketnya. K0ntolku mulai menegang dan berdiri dgn tegak dan keras menekan erat kearah pantat Mamaku dari dalam celanaku. Lau secara perlahan pula kuturunkan salah satu tangan ku dan mulai meraba perutnya, semakin kebawah dan jarijari ku mulai menelusuri bulubulu halus yg berada diatas garis memeknya yg terawatt dgn sangat rapih.


Akhirnya Mama ku membalikan badanya kearahku dan menggapai belakang kepalaku dean mrangkul leherku dgn posisi berhadapan kami akhirnya bibir kami bertemu, dia merapatkan dan agak menekan kan pinggulnya keapada pinggulku sehingga k0ntolku yg tegang ini terhimpit oleh tekanan tubuhnya, dan bibir kami pun berpautan bergumul menikmati aroma birahi, dan lidah kami pun jg ikut bergumul berbalasan menikmati laju nafsu yg sednag terjadi diatara aku dan Mama Kandungku.


Kutarik dan kudekap tubuhnya semakin erat kepada tubuhku. Payudara Mamaku terasa sangat lembut menmpel di dadaku yg masih terlapisi oleh bajuku. Aku mulai merasakan tangan Mamaku mulai bergerilya menelusuri k0ntolku dari luar celanaku, tangannya meraba k0ntolku serta meraih buah zakarku secara lembut dan sangat menggairahkan, bibir kami tetap berpautan satu sama lain, lidah kami seperti terkunci di dalam permainan gairah yg sangat panas.


Kurasakan jemeri Mamaku mencari retseleting celanaku dan mulai membukanya, lalu aku dapat merasakan tangannya sdh menggenggam batang k0ntolku yg semkin keras dan berdiri dgn tegaknya dan perlahan mulai mengocok k0ntolku aku bisa merasakan buah zakarku kadang dicengkramnya dgn jemarinya sambil dia mencakar harlus lalu dia mulai mengocok kembali penisku.


Aku merasakan sebuah kenikmatan yg sangat indah, sebuah nafsu birahi yg telah membakar emosiku membawaku terbang ke surge kenikmatan seks. Akhirnya aku tdk bisa lagi menahan kocokan Mama ku, lengannya terlalu hebat dan berpenglaman dalam menghadapi K0ntol remaja yg sedang ranum2nya, dikocoknya semkin kuat dan cepat aku tdk bisa bertahan lagi, aku akan mengeluarkan cairan kenikmatan ini.


Aaaacchhhhoowww,,,ssshhhh.MmmaammmmYa, ampunTUhaannaku keluaroooggghhhh. Aku menarik bibirku dari pergumulan ciuman kami, sambil berkata demikian.


Aku sdh tdk kuat utk menahan orgasme ku, akhirnya kusemprotkan air maniku semua kusemprotkan cairan spermaku yg sangat putih pekat dan kental ke baju Mamaku yg berwarna merah muda berbahan satin itu, sewaktu kusemprotkan spermaku Mamaku malah mengocok k0ntolku makin cepat dan cepatdan k0ntolku mulai terasa ngilu..tetapi aku menikmatinya, setelah tetes terakhir dari spermu keluar, Mamaku mulai memeperlambat kocokannya terhadap k0ntolku.


OoocchhhMamaku sayang bgt sama Mama.

Mama jg sayang sm kamu John. Serunya secara berbisik, sambil menuntunku ke kamar mandi.

Ayo..lepas semua pakaianmu sayang, Mamaakan membersihkan Tubuhmu!! Ternyata kamu telah belajar dari buku yg Mama kasih ke kamu dankamu sangat memahaminya.tadi pas Mama suruh kamu merayu Mama, kamu lakukan hal itu dgn benar dan hot bgt lhooo.,sempurna banget, sayang. Tadi itu baru pelajaran praktek yg pertama lhoooosayang.hahahaha. Mama ku sedikit berpidato kepadaku sambil berjongkok didepan k0ntolku tertawa seiring tangannya yg sangat halus membersihkan K0ntolku.


Kuangkat tubuh Mamaku dan kudekatkan wajanya kepada wajahku dan kami berciuman. sensai yg sangat menggairahkan dan menggetarkan dada adalah saat2 ini berdua bersama Mama Kandung ku sendiri di dalam kamar mandi, Mamaku secara perlahan melepas pakaiannya satu persatu, dan hatiku makin berdebar melihat situasi itu, baru kali ini kulihat tubuh wanita yg tanpa cacat cela sangat mulus sintal dan membuat nafsu lelaki manapun tergoda, kami sdh dalam keadaan telanjang dan hasrat birahiku selama ini telah menuju puncak dari kenikmatan sorgawi yg akan tertumpah kepadaku.


Melihat ukuran dan bentuk k0ntolmu yg sebesar ini, sepertinya qta masih ada urusan yg belum terselesaikan deh.yaMmmmm..kayanya kamu, harus tidur ditempat tidurku deh malam ini sayanghehe. Dalam situasi seperti ini Mama ku masih saja bisa mengeluarkan canda tawanya.


Kami berjalan berdua dgn menuju kamar tidur Mamaku, sesampainya disana dia langsung membuka bedcover dan melipatnya, lalu dia menyalakan lampu kecil dan mematikan lampu utama yg menerangi kamar tidurnya dan mulai terasa hawa nafsu kemabali menyrang birahi ku atas keremang remangan kamar tidurnya.


Apalagi sayangyg sdh kamu peljari dari buku itu..?

aku akan memberikan kejutan buat Mama, tentang pemahamanku dari buku itu.

Okelah..kalo begitu. Sambil menjawab pertanyaanku, kami berdua beranjak naik ke tempat tidur.


Mamaku tidur terlentang pasrah menyerahkan sepenuhnya dirnya tubuhnya kepada diriku, aku kangkangi dia tubuhnya berada diatara kedua kakiku dimana tubuh ku berada diatasnya dan bibirku mulai menciumi lehernya sambil memberikan sedikit jilatanjilatan penuh nafsu..sampai jilatanku naik sebatas dagunya, dan mulai dgn perlahan lahan tanganku dgn jemariku memijat mijat halus putting susu Mamaku.dan kuturunkan jilatanku denagn hanya melewati putting susunya


aku mulai mendengar rintihanrintihan halus dan suara desahan kenikmatan yg keluar dari mulut Mamaku, lalu jilatan dan cumbuan itu kulanjutkan kerah perut Mamaku, dan dgn perlahan seiring dgn jilatan lidahku di perutnya kucumpu jg pusarnya..dan tdk lupa sedikit kujilat pusarnya dgn lidahku.dan rintihannya pun terdengar semakin parau, serta berbisik kepadaku bahwa dia sangat menikmati nya.


Secara perlahan kumasukan satu jariku kedalam memeknya yg sdh sangat basah, dgn tetap lidahku bergerilya di perut dan disekitar pusarnya, dimana kubaca dari buku tersebut wanita jg mempunyai titik rangsang pada bagian itu jika diberikan rasangan yg tepat makam wanita akan mendapatkan suatu oragasme surgawi yg sensainya sangat indah, dan aku terus mencoba agar Mamaku bisa mencapai oragasme tersebut, sambil memasukan jariku kedalam vaginya diringi dgn eksplorsiku di dalam celah kenikmatan yg tetap sempit dan terawatt itu.


Mamaku sedikit mengangkat pinggulnya agar agak menekan jariku supaya cepat masuk semakin dalam ke memeknya, dan ketika kurasan jariku mulai menyeruak masuk, maka megalirlah cairan kenikmatan dari liang sanggama, liang surgawi impian para lelaki itubegitu bening lengket dan agak pekat, dan Mamaku makin meracau keenakan dalam menikmati oragasme awalnya.


OooohhhJohnooosayaaaanggkuwwww.Ooh Tuhan!!! Sayang aku keluar nniihhhhhsssshhhh aakkkhhhhhh.


Oragasme awal yg dia rasakan membuat tubuhnya agak sedikit mengejang menahan kenikmatan yg kuberikan. Melihat situasi ini, aku langsung beranjak dan mendekatkan mulutku pada memeknya dan mulai menghisap semua cairan kewanitaan yg dia keluarkan dgn derasnya yg mengalir dari dalam vaginnya membasahi klitroisnya, sambil ku hisap sambil kujilatkan lidahku mengelilingi klitrorisnya yg sdh membengkak seperti kacang, kuhisap memeknya sambil terkadang kulihat kearah wajah dan tubuhnya, tubuh cantik yg tergolek pasrah menggeliat nikmat di atas tempat tidur tanganya mengacak acak seprai dan mencakan kasur,


melihat keadaannya seperti itu malah membuatku semakin bernafsu utk mengerjai Mamaku, kuhisap lebih kuat lagi memeknya lidaku kutusuk kedalam memeknya beserta jariku yg tetap keluar masuk di memeknya, kuanaik turunkan lidahku di klitorisnya, paha Mamaku makin terbuka dgn lebar dan sangat memudahkan diriku utk menggapai perbatasan antara liang memeknnya dgn lubang anusnya, kujilat semakin kebawah sampai sedikit terkena lubang anusnya yg merekah kembang kempis seperti bunga mawar, Mamaku semakin tersika dgn kenikmatan surgawi yg kuberikan. Dia benarbenr berada dalam oragsme.


Ooh sayang udahplis stop stop Mama gak tahan lagi.oragasme ini gak berhenti berhenti tau.plis sayang..plis. Mendengar Mamaku mengemis seperti itu, aku melepas kan hisapanku dan bergerak pindah dan berbaring disebelahnya.

Aahhhitu tadi enak bgt lho sayang, tp Mama mau supaya kamu jg menyetubuhi Mama, Mama jg tau koq klo kamu sebenernya udah pengen banget dari dulu kan..utk menyetubuhi Mama mu ini..?? Dia berbisik mesra kepadaku.

Dan Mama jg sebenernya sadar bahwa selama ini Mama sdh menjadi penggoda, yg memang sangat sering menggoda Anak kandungnya sendiri.Hahahaha Mamaku, mengakui perbuatannya selama ini sambil tertawa.


Mam..seingat aku pernah sewaktu malam aku jg pernah bermimpi tentang malam ini, kejadian yg sekarang kita saat ini lakukan bersama.

Ayodonk sayangmasukan dan benamkan k0ntolmu sedalam dalamnya kedalam memek Mama Oohhhhsetubuhilah..Mama kandungmu yg sangat kamu sayangi ini jujur ya sebenearnya Mama sangat ingin bersetubuh dgnmu sdh sejak lama Mama sanagt ingin merasakan k0ntolmusayang!!! Dia berkata jujur sekali lagi, dalam keadaan terlentang dan membuka pahanya lebarlebar.


Mendengar perkataannya aku mulai bergerak dan merangkak utk bertindak sesuai permohonannya kepadaku, aku merangkak dianata sepasang paha yg terdapat sebuah liang kenikmatan surge yg sdh sangat basah dan sangat lembabdan aku berbaring ditas tubuh Mamaku dan aku langusng menyambar bibir dan lidah kami saling bersambutan dan berpautan satu sama lain, dan aku dapat merasakan jemari Mamaku yg mulai meraih batang k0ntolku yg keras menegang utk memnuntun memasuki liang persangamaan sebuah liang yg dapat memberikan kenikmatan birahi yg sempurna, pelahan kepala k0ntolku mulai menyentuh bibir Memeknya, terasa sanagt basah dan licin pada bibir memeknya, burung yg selama ini pergi diluar rumah akhirnya masuk kedalam sarangnya sendiri, kepala k0ntolku mulai menyeruak masuk kedalam Memek Mamaku dan kubantu dgn tekanan sekali dorong oleh pinggulku, secara perlahan k0ntolku masuk semakin dalam kedalam Memek Mama ku.


Benarbenar kami nikmati malam yg manis semanis mengecap madu yg menetes, kami lakukan lagi danl lagi pada malam itu secara perlahan tdk terburu buru. Penetrasi yg kulakukan terhadap Mamaku sangatlah lembut penuh dgn kasih sayang yg di bumbui oleh hawa nafsu dosa sebuah hal yg sangat tabutp terasa sangat indah dan cantik, dilumuri dgn kenikmatan sensasi persetubuhan sedarah yg menciptakan sensasi yg sulit diungkapkan oleh katakata, k0ntolku secara plean dan perlahan keluar masuk di Memek Mamaku sendiri, terasa sangat hangat lemabab dan basah, merasakan sepenuhnya kasih sayang seroang Mama kandung kepada anak kandung nya seorang remaja pria, seperti benarebanr merasakan bahwa diriku berada di dalam dirinya.


Ooohhh sayang.rasanya enakkkk bagetssshhh., dan kamu jangan lupa..qta harus menjaga rahasia ini, persetubuhan sedarah ini..hanya diantara qta saja!!

Ya mmmaaam.aku tau. Balas ku.


Mamaku mulai mengikuti irama grakan pinggulku dgn membuat penetrasi keatas dan aku ke bawah, dia mulai mengangkat pinggulnya dan menaikan tempo penetrasinya kepadaku. Pahanya mulai terbuka dgn lebar dan dia mengangkat kakinya tinggitinggi dan kakinya mengelilingi merangkul pinggangku dan menguncinyasebagai topangan seakan akan dia tdk mau aku mencabut k0ntolku dari memeknya.


oh sayang.ssseperttinya.Mama sebentar lagi nihsshhhhggrrrrr..


Aku hanya diam dan sedikit jg mempercepat tempo gerakanku, kutatap wajahnya yg cantik dan manis, kutatap dalam kearah matanya begitupula Mamaku..menatap tajam dalam kedalam mataku. Aku bisa melihat cinta yg tertuang sepenuhnya dari dalam jiwanya hanya utku seorang. Dgn tempo yg kupercepat dan hentakan yg kadang ku lakukan ke Memeknya, sambil kugesekan klitorisnya dgn batang k0ntolku sesekali, lengan Mamaku merangkul dan mengunci di leherku Mamaku agak sedikit terangkat dari tempat tidur, dan aku menahan punggunya dgn lengankukami tdk mau terlepas satu sama lain, aku katakan kepada Mamaku bahwa aku jg sdh mau keluar, sambil kusarankan kepada Mamaku agar qta bisa meraih puncak kenikmatan ini secara bersamaan.


Ooohh sayang.aku mulaiiii nihaaaakhhhhh Dia mulai berbisik mendesah, menahan nikmatnya orgasme yg sdh mulai merongrongnya.

Aaaakujg nih Mmmammm balasku.


Dan akhirnya kenikmatan surga yg selama ini kami impiimpikan terwujud suatu sensasi kenikmatan hubungan sedarah yg rasanya berbeda dgn yg lain.terasa nikmat karena dibalut oleh dosa nafsu birahi.


Oooohhh TuhhaannnnAaakkkhhhh..yesss..fuck meeee Johnoo., aku keluar sayanggg..yeahhhhhhssshhhhh.


Mamaku akhirnya melepaskan cairan kewanitaannya dan berteriak sangat puas menikmati orgasme yg tiada tara nikmatnya, kurasakan Memeknya seperti mengejang tubuhnya mengejang seperti terkena setruman rMamaan volt, dan Pinggunya terangkat 10 derajat dari tempat tidursamapai benar aku bisa merasakan akhir dari memeknya yaitu didinding rahimnya.dan pada saat itu pula akhirnya aku jg merasakan suatu kenikmatan dari sebuah keintiman yg aku khayalkan selamaini, air maniku, sperma ku yg sangat pekat putih tersembur kedalam Memeknya, kedalam rahim Mama Kandungku sendiri yg mengandung diriku dulu..dan spermaku keluar lagi bersamaan dgn cairan kewanitaan Mama melalui celah antara bibir memek dan batang k0ntolkumengalir terus ke belahan pantat Mamaku membasahi buah zakarku dan lubang anus Mamaku .


Ya Tuhan, Mamaku meniduri,menyetubuhi Mama Kandung ku sendiri. Aku menyadari akan dosa yg telah ku perbuat, yg telah kami perbuattp dosa itu terasa sangat indah dan sangt nikmat.


Kami telah bersetubuh, dalam sebuah gairah yg penuh dgn sensasai kenikmatan yg abadi, sebuah, percintaan sedarah. Setelah kukatakan hal yg membuatku merasa bersalah itu, Mamaku menarik turun kepalaku mendekatkan wajanya kepada wajahku dan kami saling bercumbu lidah kami berpautan satu sama lain ciuman kepuasan yg sagat buasliur kami mengalir keleher dan muka kami..akibat cumbuancumbuan buas yg kami lakukan. Aku tetap membenamkan dalam2 k0ntolku di dalam Memek Mamaku, begitu pula Mamaku yg belum melepaskan kucian kakinya di pinggangku.


John..aku sayang bgt sama kamu sayang.Mama sayang banget sm kamu… Bisikan dari perkataannya itu..terdengar sangat mendesah ditelingaku, jg terdenga nafasnya yg masih memburu dan detak jantungnya yg cepat, sisasisa dari kepuasan permainan terlarang yg baru saja selesai kami lakukan.

Aku jg sayang sama kamu Merry, aku sayang sama Mama, aku ingin seperti ini terus sama Mamaselamanya!!. Kukatakan dgn mempererat pelukanku terhadapnya.

Pasti sayang, gak aka nada yg pisahin qta.. dia meyakinkan diriku, sambil sekali lagi mengecup bibirku.


Setelah percakapan pacsa bercinta dan persetubuhan itu, kami beruda tertidur sangat pulas karena puas atas kenikmatan yg telah terjadi dianatara kami. Kami tertidur bersama dgn berpelukan dan masih tetap terselimuti oleh nafsu dan gairah bercinta, persetubuhan sedara antara aku dan Mama Kandungku.


Sekarang umurku sdh hampir 25 tahunMungkin kalian bisa tebak..apa yg selama ini lakukan setelah kejadian malam itu.

Cerita Sex Panas Dengan Mamaku Sayang

Subscribe Our Newsletter